Universitas Islam KH. Achmad Muzzaki Syah (UNIKHAMS) Jember resmi memulai tahun kedua keikutsertaannya dalam Program Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif 3T Rinjani di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Program yang dimulai sejak 16 Juli 2026 ini dilaksanakan bersama 4 perguruan tinggi lain, yaitu Universitas Jember (UNEJ), Telkom University (Tel-U), Universitas Dr. Soekardjo (UNIDSOE), dan Universitas Islam Jember (UIJ).
KKN Kolaboratif 3T Rinjani merupakan program kolaborasi perguruan tinggi ternama di Pulau Jawa bersama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Research Center (LRC) sebagai mitra di daerah yang mendapat dukungan dari Program INKLUSI BaKTI. Program KKN kolaborasi ini telah memasuki tahun kedua.
Tahun ini sasaran desa lokasi KKN semakin luas, dari sebelumnya menyasar tiga desa menjadi lima desa di Kabupaten Lombok Timur menjadi lokasi pengabdian mahasiswa. Lima desa yang akan menjadi lokasi pelaksanaan KKN Kolaboratif 3T Rinjani adalah Desa Lendang Belo, Paokmotong, Masbagik Utara Baru, Teros, dan Kertasari. Lokasi lima desa untuk tahun ini berdasarkan penilaian awal yang dilakukan oleh LRC dengan memperhatikan arah pembangunan daerah, potensi yang ada di desa lokasi, dan isu hari ini, seperti pertanian, pariwisata berbasis desa, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta isu perubahan iklim.
Noga Riza Faisol, S,Sos, MM dosen pembimbing lapangan yang ikut serta pada acara penerimaan di Kantor Bupati Lombok Timur, pada Kamis (16/7/2026) menyampaikan bahwa kolaborasi lima perguruan tinggi ini menjadi kekuatan utama program. “Di tahun kedua ini kami tidak berjalan sendiri. Bersama UNEJ, Tel-U, UNIDSOE, dan UIJ, mahasiswa UNIKHAMS hadir untuk belajar sekaligus mengabdi. Kami ingin memastikan program yang dijalankan berdampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Kepala Bappeda Kabupaten Lombok Timur H. Dewanto Hadi yang mewakili Bupati Lombok Timur dalam acara penerimaan mahasiswa KKN Kolaboratif 3T Rinjani di Rupatama I Kantor Bupati Lombok Timur mengapresiasi kolaborasi lintas kampus ini. “Kehadiran mahasiswa dari lima perguruan tinggi ini sangat kami butuhkan. Programnya tepat sasaran, menyentuh pariwisata desa, UMKM, pertanian, dan isu iklim yang memang menjadi PR kami, selain permasalahan prevalensi stunti yang masih tinggi. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut,” katanya.
Noga Riza Faisol juga menambahkan, di tahun kedua ini pendekatan yang digunakan adalah “lanjutan dan penguatan”. Program rintisan tahun lalu akan dilanjutkan, ditambah inovasi baru sesuai dinamika desa.
Dengan semangat Lombok Timur SMART, KKN Kolaboratif 3T Rinjani 2026 diharapkan melahirkan solusi konkret dari mahasiswa untuk desa, sekaligus mencetak generasi muda yang berkarakter, adaptif, dan peduli pembangunan daerah Lombok Timur.
