Rombongan delegasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 3T Rinjani yang terdiri dari lima perguruan tinggi dan tim Lombok Research Center (LRC) diterima langsung oleh Wakil Bupati Lombok Timur Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, M.M. di Pendopo Wakil Bupati, Kamis, 16 Juli 2026. Pertemuan ini membuka ruang diskusi strategis yang mengupas sengkarut persoalan daerah, sekaligus memantapkan komitmen kemitraan antara pemerintah daerah dan dunia akademik. Kelima perguruan tinggi itu adalah Universitas Jember (UNEJ), Telkom University, Universitas Islam Jember (UIJ), Universitas Dr. Soekardjo (UNIDSOE), dan Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah (UNIKHAMS).
Di hadapan para pimpinan delegasi kampus, Wakil Bupati secara terbuka membeberkan kondisi riil daerah yang kini menjadi fokus pemerintah. Ia menyoroti tingginya prevalensi stunting di Lombok Timur yang masih bertengger di angka 22 persen. Menurutnya, salah satu kendala terbesar dalam intervensi gizi kronis yang melibatkan 13 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini adalah kesemrawutan data sasaran.
Tantangan pengentasan kemiskinan ekstrem juga menjadi sorotan tajam. Berdasarkan data per Maret 2026, tercatat sebanyak 300 ribu warga Lombok Timur berada pada kelompok miskin dan rentan (desil 1 hingga desil 4). Tantangan lainnya adalah lambatnya aparat desa dalam melakukan pembaruan (update) data secara berkala, yang membuat banyak program bantuan menjadi tidak tepat sasaran.
Melalui pertemuan tersebut, Wakil Bupati memberikan apresiasi dan menaruh harapan besar agar program pengabdian masyarakat ini memiliki keberlanjutan. Ia juga menggarisbawahi kelemahan tata kelola pembangunan selama ini yang belum memanfaatkan hasil-hasil riset akademik secara optimal sebagai landasan kebijakan.
Merespons paparan tersebut, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember, Prof. Dr. Yuli Witono, S.STP., M.P., menegaskan bahwa agenda utama pertemuan ini justru untuk memperkuat komitmen kolaborasi tersebut secara kelembagaan.
Prof. Yuli memaparkan, inisiatif penguatan sinergi ini telah dirintis sejak awal tahun. Pada akhir Januari 2026 lalu, pihak Universitas Jember telah mempresentasikan model kolaborasi di hadapan Pemkab Lombok Timur untuk mendukung program pembangunan daerah.
“Langkah tersebut telah kami tindaklanjuti pada bulan Februari 2026 dengan mengirimkan surat Permohonan Kerja Sama, lengkap beserta draf naskah Memorandum of Understanding (MoU) tentang Kerja Sama Penguatan Pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia,” ujar Prof. Yuli.
“Alangkah baiknya apabila sinergi ini segera diperkuat dengan komitmen bersama di atas kertas. Hal ini semata-mata untuk memastikan keberlanjutan program pengabdian maupun riset, sehingga hasilnya dapat benar-benar dimanfaatkan oleh pemerintah daerah ke depannya,” tegas Prof. Yuli.
Melalui langkah konkret tersebut, diharapkan kolaborasi antara pihak akademisi dan pemerintah daerah tidak hanya berhenti pada tahap diskusi, melainkan mampu memberikan dampak nyata. Sinergi yang terjalin ini diyakini akan menjadi landasan kuat dalam merumuskan kebijakan berbasis riset, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah yang lebih terarah.
