Headlines

DPRD Lombok Timur Jajaki Kerja Sama Budidaya Paprika di Pasuruan

Pasuruan, 9 Juli 2026 – Komitmen DPRD Kabupaten Lombok Timur untuk memperluas jejaring kerja sama dalam pengembangan sektor pertanian terus berlanjut. Pada hari kedua kunjungan kerja ke Jawa Timur, rombongan yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur, Yusri, mengunjungi Koperasi Setia Kawan di Dusun Jumbo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Kamis (9/7).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda penjajakan kolaborasi pengembangan budidaya paprika sebagai komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi dikembangkan di Lombok Timur. Dalam rombongan turut hadir Sekretaris DPRD Kabupaten Lombok Timur, Iswan Rahmadi, Tenaga Ahli Ketua DPRD Lombok Timur, Maharani, serta pelaku pariwisata Lombok Timur, Lalu Haji Sujian.

Rombongan diterima langsung oleh Ketua Koperasi Setia Kawan, Herianto, yang memaparkan perjalanan koperasi hingga menjadi salah satu model pengembangan ekonomi berbasis anggota terbesar di kawasan pegunungan Jawa Timur.

Berada pada ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), kawasan Tutur dikenal memiliki kondisi agroklimat yang sangat mendukung pengembangan hortikultura dataran tinggi. Salah satu komoditas unggulannya adalah paprika yang diproduksi dengan sistem budidaya modern dan terintegrasi dengan kelembagaan koperasi.

Dalam paparannya, Herianto menjelaskan bahwa Koperasi Setia Kawan saat ini memiliki sekitar 11.000 anggota, dengan lebih dari 7.000 anggota aktif yang bergerak di berbagai sektor usaha, terutama peternakan sapi perah dan pertanian hortikultura. Koperasi juga mengelola populasi sekitar 23.000 ekor sapi perah Friesian Holstein (FH) yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.

Selain menjadi sentra produksi susu segar, kawasan tersebut berkembang sebagai pusat budidaya berbagai komoditas hortikultura bernilai tinggi, termasuk paprika yang dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam sesi diskusi, Herianto menjelaskan bahwa budidaya paprika memberikan peluang ekonomi yang menjanjikan apabila dikelola secara profesional. Saat ini, koperasi membina sekitar 150.000 batang tanaman paprika yang tersebar di berbagai kelompok petani.

Produktivitas tanaman relatif tinggi. Dalam satu siklus produksi, setiap pohon mampu menghasilkan rata-rata sekitar 3 kilogram buah dengan pengelolaan yang baik. Sementara itu, pada skala budidaya sekitar 1.000 batang, produksi dapat mencapai sekitar 3000 kilogram per masa panen, bahkan dalam kondisi optimal dapat menghasilkan lebih tinggi.

Paprika merah dan paprika kuning menjadi dua varietas yang paling banyak dibudidayakan karena memiliki permintaan pasar yang stabil. Harga jual paprika merah berkisar Rp70.000 per kilogram, sedangkan paprika kuning mencapai sekitar Rp72.000 per kilogram, tergantung kualitas dan kondisi pasar.

Meski demikian, Harianto mengakui bahwa fluktuasi harga dan biaya produksi masih menjadi tantangan bagi petani. Dalam kondisi pasar tertentu, petani bahkan dapat mengalami kerugian hingga sekitar Rp30.000 per kilogram apabila harga jual turun di bawah biaya produksi. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan koperasi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas usaha, mulai dari penyediaan sarana produksi, pendampingan teknis, hingga pemasaran hasil panen.

Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur, Yusri, menilai pengalaman Koperasi Setia Kawan memberikan banyak pelajaran bagi pengembangan pertanian modern di Lombok Timur.

Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak hanya terletak pada besarnya skala produksi, tetapi juga pada kemampuan membangun sistem yang menghubungkan petani, koperasi, akses pembiayaan, teknologi budidaya, hingga jaringan pemasaran.

“Kami melihat bahwa keberhasilan pertanian modern tidak hanya bergantung pada kualitas lahan, tetapi juga pada kekuatan kelembagaan. Model seperti yang diterapkan Koperasi Setia Kawan sangat relevan untuk dipelajari sebagai referensi pengembangan koperasi pertanian di Lombok Timur,” ujarnya.

Lombok Timur sendiri memiliki sejumlah kawasan dataran tinggi yang dinilai memiliki potensi untuk pengembangan komoditas hortikultura, termasuk paprika. Dengan dukungan teknologi budidaya yang tepat, penguatan kapasitas petani, serta sistem pemasaran yang terintegrasi, komoditas tersebut berpeluang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.

Sekretaris DPRD Kabupaten Lombok Timur, Iswan Rahmadi, menambahkan bahwa hasil kunjungan ini akan menjadi bahan penting dalam merumuskan berbagai program penguatan sektor pertanian daerah, khususnya yang melibatkan kelembagaan petani dan koperasi.

“Kami ingin membangun kolaborasi yang tidak berhenti pada kunjungan, tetapi berlanjut dalam bentuk pertukaran pengetahuan, pelatihan petani, pendampingan teknis, hingga peluang investasi bersama,” katanya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Ketua DPRD Lombok Timur, Maharani, menilai bahwa pengembangan paprika memiliki prospek yang cukup menjanjikan karena permintaan pasar domestik maupun sektor perhotelan dan pariwisata terus meningkat.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan komoditas hortikultura bernilai tinggi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan produksi, tetapi juga oleh ketersediaan rantai pasok, standar mutu, serta kepastian akses pasar.

“Kolaborasi dengan Koperasi Setia Kawan membuka ruang pembelajaran mengenai tata kelola usaha pertanian modern. Pengalaman mereka dalam membangun koperasi yang kuat dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan ekonomi berbasis masyarakat di Lombok Timur,” jelasnya.

Pelaku pariwisata Lombok Timur, Lalu Haji Sujian, juga melihat peluang besar menghubungkan sektor pertanian dengan industri pariwisata. Menurutnya, produk hortikultura berkualitas seperti paprika dapat menjadi bagian dari rantai pasok hotel, restoran, dan destinasi wisata di Lombok maupun daerah lain.

Selain meningkatkan nilai ekonomi bagi petani, pengembangan hortikultura modern juga berpotensi melahirkan kawasan agrowisata yang menawarkan pengalaman edukasi bagi wisatawan.

Melalui kunjungan ini, DPRD Kabupaten Lombok Timur berharap terbangun kerja sama yang lebih konkret antara petani, koperasi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong transfer teknologi budidaya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan koperasi, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas.

Sinergi antara Lombok Timur dan Koperasi Setia Kawan menjadi langkah awal menuju pengembangan pertanian yang lebih produktif, modern, dan berdaya saing. Di tengah tantangan sektor pertanian saat ini, kerja sama lintas daerah menjadi strategi penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan nilai tambah dari potensi lokal yang dimiliki masing-masing daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *