Pemerintah Kabupaten Lombok Timur secara resmi menerima 39 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 3T Rinjani yang berasal dari lima perguruan tinggi, yaitu Universitas Jember (UNEJ), Telkom University, Universitas Islam Jember (UIJ), Universitas Dr. Soekardjo (UNIDSOE), dan Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah (UNIKHAMS) di ruang Rapat Utama (Rupatama) I, Kantor Bupati Lombok Timur, pada Kamis (16/7/2026).
Bupati Lombok Timur yang berhalangan hadir pada kesempatan tersebut diwakili oleh Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Lombok Timur Husnul Basri, SP, M.MA. beserta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lombok Timur H. Achmad Dewanto Hadi, S.T., M.T.. Keduanya menyambut langsung delegasi akademisi dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam program pengabdian masyarakat tersebut. Hadir juga beberapa OPD lingkup pemerintahan Kabupaten Lombok Timur, kepala desa yang menjadi lokasi pelaksanaan KKN.
Dari pihak perguruan tinggi, hadir Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember, Prof. Dr. Yuli Witono, S.STP., M.P., serta Kepala Bagian Pengembangan Akademik Telkom University, Dr. Erna Hikmawati, S.Kom., M.Kom. Turut mendampingi pula Direktur Lombok Research Center (LRC), Suherman. Kehadiran LRC bertindak sebagai mitra kolaborator di daerah melalui dukungan Program INKLUSI BaKTI.
Dalam sambutannya, Asisten III Husnul Basri mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada lima perguruan tinggi atas kepercayaan menempatkan mahasiswa KKN Kolaboratif 3T Rinjani di Kabupaten Lombok Timur. Menurutnya, KKN Kolaboratif 3T Rinjani yang dilaksanakan di 5 desa pada 3 kecamatan tersebut, memiliki potensi unggulan di bidang pertanian, perikanan, UMKM, dan pariwisata. Yang diharapkan potensi tersebut dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi melalui inovasi, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa.
“KKN Kolaboratif 3T Rinjani merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu, pemberdayaan masyarakat, serta pembentukan kepekaan sosial”, ujar Asisten III.
Kepala Bappeda Kabupaten Lombok Timur, H. Achmad Dewanto Hadi, S.T., M.T., mengatakan tingginya minat perguruan tinggi menjadikan Lombok Timur sebagai lokasi KKN merupakan sebuah kehormatan sekaligus peluang memperkuat sinergi pembangunan daerah melalui kontribusi dunia akademik. Ia optimistis waktu pengabdian selama satu bulan akan dimanfaatkan secara maksimal oleh para mahasiswa untuk menghadirkan inovasi di tengah masyarakat.
Dikesempatan yang sama, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jember, Prof. Dr. Yuli Witono, S.STP., M.P., mengatakan bahwa pelaksanaan Program KKN saat ini konsepnya sudah diubah, dimana para mahasiswa harus mempunyai program unggulan, terutama terkait dengan pembangunan berkelanjutan, khususnya di Kabupaten Lombok Timur.
“Kami mengantarkan dan melepaskan kalian ke Lombok Timur ini untuk berkarya disini. Karena sampai sekarang belum lulus, masih mau belajar dan menerapkan yang sudah didapatkan ke masyarakat”, ucap Prof. Yuli Witono.
Direktur LRC, Suherman, dalam sambutannya memaparkan makna esensial di balik program KKN Kolaboratif 3T Rinjani tersebut. Menurut Suherman, program ini bukan sekadar menghadirkan mahasiswa di desa. Lebih dari itu, inisiatif ini bertujuan untuk membangun kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat guna bersama-sama mendorong pembangunan desa.
Sebagai penutup dari rangkaian acara seremonial tersebut, dilakukan penyerahan plakat cinderamata. Perwakilan dari Universitas Islam Jember (UIJ) menyerahkan plakat kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur sebagai simbol peresmian kolaborasi pengabdian masyarakat di kawasan kaki Gunung Rinjani. Setelah acara penerimaan ini, para mahasiswa dijadwalkan langsung bertolak menuju desa penempatan masing-masing.
