Headlines

DPRD Lombok Timur Belajar Hilirisasi Susu di Pasuruan

Pasuruan, 9 Juli 2026 – Pengembangan industri pengolahan susu menjadi salah satu fokus pembelajaran DPRD Kabupaten Lombok Timur dalam rangkaian kunjungan kerja ke Jawa Timur pada 8–9 Juli 2026. Melalui kunjungan ke Koperasi Setia Kawan di Dusun Jumbo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, rombongan mempelajari bagaimana koperasi mampu meningkatkan nilai tambah susu segar melalui pengolahan menjadi susu pasteurisasi dan berbagai produk olahan lainnya.

Kunjungan dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur, Yusri, didampingi Sekretaris DPRD Kabupaten Lombok Timur, Iswan Rahmadi, Tenaga Ahli Ketua DPRD Lombok Timur, Maharani, serta pelaku pariwisata Lombok Timur, Lalu Haji Sujian. Rombongan diterima langsung oleh Ketua Koperasi Setia Kawan, Herianto, yang memaparkan perjalanan koperasi hingga menjadi salah satu koperasi susu terbesar di Jawa Timur.

Berlokasi di kawasan dengan ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, Koperasi Setia Kawan berkembang menjadi pusat ekonomi masyarakat berbasis peternakan sapi perah. Herianto menjelaskan bahwa koperasi saat ini memiliki sekitar 11.000 anggota, dengan sekitar 7.000 anggota aktif yang setiap hari memasok susu segar ke koperasi.

“Dari sekitar 11 ribu anggota, sekitar 7 ribu masih aktif menyuplai susu setiap hari. Saat ini anggota kami mengelola sekitar 23.000 ekor sapi perah Friesian Holstein (FH). Produksi susu segar yang kami kelola mencapai sekitar 125.000 liter per hari, dengan omzet koperasi sekitar Rp1 miliar setiap hari. Semua itu dapat dicapai karena kami membangun koperasi dengan prinsip kebersamaan, disiplin, dan menjaga kualitas produk,” ujar Herianto.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak dibangun dalam waktu singkat. Selama puluhan tahun koperasi terus memperkuat pelayanan kepada anggota melalui penyediaan pakan, layanan kesehatan ternak, pendampingan teknis, pengujian kualitas susu, hingga pengolahan dan pemasaran hasil produksi.

“Koperasi bukan hanya tempat menjual susu, tetapi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi peternak. Ketika peternak memiliki kelembagaan yang kuat, mereka memperoleh kepastian pasar, harga yang lebih baik, serta kesempatan meningkatkan pendapatan keluarga,” tambahnya.

Bagi DPRD Kabupaten Lombok Timur, pengalaman Koperasi Setia Kawan menjadi contoh bagaimana koperasi mampu mengubah komoditas primer menjadi produk bernilai tambah melalui industri pengolahan susu pasteurisasi.

Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur, Yusri, mengatakan bahwa Lombok Timur memiliki potensi peternakan yang cukup besar. Namun selama ini sebagian besar hasil produksi masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai ekonomi yang diterima peternak belum optimal.

“Yang kami pelajari di sini bukan hanya teknologi pasteurisasi, tetapi bagaimana membangun ekosistem usaha yang melibatkan peternak, koperasi, industri pengolahan, dan pasar. Inilah yang ingin kami dorong di Lombok Timur agar peternak tidak hanya menjual susu segar, tetapi juga memperoleh nilai tambah melalui produk olahan,” katanya.

Menurut Yusri, pengembangan industri susu harus menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah. Dengan meningkatnya konsumsi produk olahan susu di Indonesia, peluang pasar masih sangat terbuka apabila didukung oleh kualitas produk dan kelembagaan peternak yang kuat.

Selama kunjungan, rombongan juga meninjau langsung proses penerimaan susu segar dari peternak, pengujian kualitas, proses pasteurisasi, hingga pengemasan produk. Mereka memperoleh penjelasan mengenai pentingnya menjaga standar higienitas, rantai dingin (cold chain), serta pengawasan mutu agar produk aman dikonsumsi dan memiliki daya saing di pasar.

Sekretaris DPRD Kabupaten Lombok Timur, Iswan Rahmadi, menilai bahwa keberhasilan Koperasi Setia Kawan menunjukkan pentingnya tata kelola kelembagaan yang profesional.

“Koperasi ini tidak hanya membeli susu dari anggota, tetapi juga mendampingi peternak sejak proses produksi hingga pemasaran. Sistem seperti inilah yang perlu dipelajari dan dikembangkan agar peternak memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur, Maharani, mengatakan bahwa pengembangan industri susu pasteurisasi memiliki dampak yang luas terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Industri susu bukan hanya soal peternakan. Di dalamnya ada pengolahan pangan, distribusi, pemasaran, UMKM, hingga peluang wisata edukasi. Jika ekosistem ini dibangun dengan baik, maka akan lahir banyak peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” jelasnya.

Menurut Maharani, keberhasilan Koperasi Setia Kawan membuktikan bahwa koperasi mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal ketika dikelola secara profesional dan didukung oleh partisipasi aktif anggotanya.

Pelaku pariwisata Lombok Timur, Lalu Haji Sujian, juga melihat peluang besar menghubungkan sektor peternakan dengan industri pariwisata. Produk susu pasteurisasi dan berbagai olahan susu dapat menjadi bagian dari rantai pasok hotel, restoran, dan destinasi wisata di Lombok, sekaligus menjadi produk khas daerah yang memiliki nilai jual tinggi.

Selain itu, kawasan peternakan modern juga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi agrowisata yang memberikan pengalaman edukatif bagi wisatawan mengenai proses produksi susu hingga pengolahannya menjadi berbagai produk siap konsumsi.

Melalui kunjungan ini, DPRD Kabupaten Lombok Timur berharap terbangun kerja sama yang berkelanjutan dengan Koperasi Setia Kawan, baik dalam bentuk pertukaran pengetahuan, pelatihan peternak, pengembangan koperasi, maupun pendampingan teknologi pengolahan susu.

Pembelajaran dari Pasuruan diharapkan menjadi referensi bagi Lombok Timur dalam membangun industri peternakan yang lebih modern, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan memperkuat kelembagaan koperasi dan mendorong hilirisasi produk peternakan, nilai tambah yang selama ini dinikmati pelaku industri dapat dirasakan langsung oleh para peternak.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen DPRD Kabupaten Lombok Timur untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai daerah yang telah berhasil mengembangkan sektor unggulannya. Harapannya, pengalaman Koperasi Setia Kawan dapat menjadi inspirasi dalam mempercepat transformasi sektor peternakan di Lombok Timur menuju sistem yang lebih produktif, berkelanjutan, dan mampu bersaing di pasar nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *