Lombok Research Center (LRC) bekerja sama dengan Yayasan BaKTI melaksanakan Program INKLUSI di Kabupaten Lombok Timur. Program ini merupakan kemitraan antara Australia dan Indonesia yang fokus pada pemberdayaan masyarakat dan pembangunan inklusif. Sejak 2022, LRC telah memiliki 15 desa binaan di empat kecamatan, yaitu Sikur, Masbagik, Aikmel, dan Labuhan Haji. Kini, LRC menambah tiga desa baru, termasuk Desa Lando dan Embung Raja di Kecamatan Terara, serta Desa Penedagandor di Kecamatan Labuhan Haji.
Penambahan desa binaan ini merupakan langkah strategis LRC untuk memperluas dampak pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, LRC kini memiliki 18 desa binaan yang tersebar di Kabupaten Lombok Timur. Dengan tujuan utama untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam pencegahan kekerasan, mendekatkan akses layanan pemerintah ke masyarakat dan peningkatan ekonomi keluarga.
Untuk memperkenalkan Program INKLUSI, LRC menggelar sosialisasi dan pembentukan kelompok konstituen di Desa Embung Raja, Rabu, 11 Februari 2026. Acara ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk pemerintah desa, BPD, kawil, kader, tokoh masyarakat, pemuda, dan kelompok rentan. Direktur LRC, Suherman, menyampaikan bahwa tujuan sosialisasi ini adalah agar masyarakat memahami Program INKLUSI dan terlibat sebagai agen perubahan di desa.
“Selain untuk memperkenalkan Program INKLUSI, hari ini kami ingin membentuk kelompok di desa yang nantinya akan membantu kami dalam melaksanakan program dan memastikan bahwa pembangunan di desa lebih inklusif dan berkelanjutan,” kata Suherman.

Mewakili seluruh pemerintah Embung Raja, Muhamad Thayib selaku Kepala Desa mengucapkan terima kasih kepada Program INKLUSI-Yayasan BaKTI dan LRC karena melalui kolaborasi tersebut pemerintah desa memiliki lebih banyak mitra dalam memajukan pembangunan. Termasuk akan terus mendukung dan memfasilitasi kegiatan Program INKLUSI, serta memastikan program ini dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
“Kami akan dorong pelibatan unsur masyarakat dalam program ini, mulai dari kepala wilayah, kader posyandu, PKK, dan Karang Taruna. Karena mereka ini yang sering bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehigga mereka tahu apa masalah-masalah yang ada di bawah,” jelasnya.
Kelompok konstituen yang dibentuk di Desa Embung Raja akan berperan sebagai agen perubahan yang akan membantu mempercepat proses pembangunan desa. Mereka akan menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah desa serta memastika kebutuhan dan aspirasi masyarakat dapat terakomodasi dalam program-program pembangunan.
Dengan adanya Program INKLUSI dan kelompok konstituen, diharapkan masyarakat Desa Embung Raja lebih mudah mengakses layanan dasar, seperti administrasi kependudukan, BPJS, pendampingan kasus dan sebagainya. Selain itu, kelompok konstituen juga akan menjalankan fungsi dalam mengembangkan potensi ekonomi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Dalam jangka panjang, Program INKLUSI diharapkan dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi di desa, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan demikian, desa-desa di Kabupaten Lombok Timur dapat menjadi lebih maju dan sejahtera, serta menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
Sebelum penutupan kegiatan sosialisasi, pemerintah desa Embung Raja menetapkan sebanyak 15 anggota masyarakat sebagai pengurus inti kelompok konstituen desa Embung Raja. Komunitas tersebut diberi nama Kelompok Konstituen Peduli Kasih dan akan segera diterbitkan SK (surat keputusan) dari pemerintah desa sebagai legalitas. Sebanyak 15 pengurus KK ini nantinya akan diberikan pelatihan oleh LRC yang berkaitan dengan masing-masing bidang, seperti pengelolaan data, pendampingan kasus kekerasan atau perlindungan sosial dan pelatihan ekonomi.
