Setelah melakukan seleksi bagi penerima Beasiswa Tunas Negeri pada Oktober-November lalu, kolaborasi Lombok Research Center (LRC) bersama Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) NTB dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) NTB mendistribusikan Beasiswa Tunas Negeri kepada 40 anak di Lombok Timur. Program ini bertujuan untuk mendukung pendidikan inklusif bagi anak yatim berprestasi, dhuafa, dan anak berkebutuhan khusus.
Beasiswa Tunas Negeri tidak hanya mencakup bantuan biaya pendidikan, tetapi juga pendampingan sosial, pemantauan progres belajar, serta penguatan karakter dan literasi digital. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter dan peduli sosial.
Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar dan mengurangi angka putus sekolah di Lombok Timur. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan berdaya saing agar dapat menjadi agen perubahan di masyarakat.
Distribusi beasiswa dilakukan selama bulan Desember dengan sasaran penerima manfaat sebanyak 40 siswa dari sekolah dasar dan sekolah menengah dari sejumlah sekolah di Lombok Timur di antaranya: SDN 5 Paokmotong, SDN 1 Masbagik Utara Baru, SDN 2 Danger, SDN 2 Lendang Nangka Utara, SDN 4 Lendang Nangka Utara, SDN 5 Lendang Nangka Utara, SDN 1 Lendang Nangka, SDN 2 Lendang Nangka, SDN 3 Lendang Nangka, SDN 5 Lendang Nangka, SMPN 2 Masbagik, SMPN 4 Masbagik, MTS NW Halimatusakdiyah Lendang Nangka dan MTS RTH NW Paokmotong.
Kepala Sekolah SDN 01 Lendang Nangka, Saepuddin, S.Pd mengungkapkan apresiasi atas terlaksananya program beasiswa tersebut. Menurutnya, ini adalah sebuah komitmen pemerintah dan organisasi masyarakat dalam mendukung pendidikan inklusif, sekaligus meringankan beban ekonomi dan memotivasi siswa untuk terus belajar.
“Kami sangat berterima kasih kepada LKKS NTB, Baznas NTB dan LRC yang telah menyelenggarakan program beasiswa ini. Ini bukan sekadar bantuan sosial namun sebagai upaya mendukung pendidikan inklusif, karena semua anak punya kesempatan yang sama untuk belajar,” ungkapnya saat ditemui di kantornya pada 4 Desember 2025.
Di tempat yang sama, Basri selaku Pengawas Sekolah Kecamatan Masbagik menyampaikan hal senada, Program Beasiswa Tunas Negeri ini diharapkan dapat membantu siswa memenuhi kebutuhan sekolah, seperti perlengkapan sekolah atau biaya transportasi. Dengan begitu, anak-anak akan memiliki semangat tinggi untuk belajar dan melanjutkan sekolah.
“Dengan adanya dukungan seperti ini, kita harapkan siswa menjadi lebih semangat untuk belajar dan fokus mengejar cita-cita mereka,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu pengajar di SDN 2 Danger, Roni Kurniawan menginginkan kolaborasi yang yang terjalin antara pemerintah, organisasi masyarakat dan sekolah juga menyentuh lebih banyak aspek. Selain memberikan dukungan sosial dan ekonomi, ia berharap ada lebih banyak kolaborasi ke depannya, misalnya dalam mendukung pendidikan inklusif di sekolah-sekolah, termasuk pencegahan kekerasan terhadap anak melalui edukasi, sosialisasi atau kampanye lainnya.
Roni menambahkan, kegiatan-kegiatan berkelanjutan seperti yang disebutkan akan sangat berguna untuk meningkatkan kesadaran semua elemen masyarakat akan pentingnya pendidikan dan perlindungan bagi anak-anak.
“Kami menilai program ini sangat bagus sekali, di samping itu kami juga membutuhkan adanya program pendampingan sebagai lanjutan dari program beasiswa ini. Misalnya edukasi tentang sekolah inklusif dan pencegahan kekerasan terhadap anak,” jelasnya.
Program Beasiswa Tunas Negeri akan diimplementasikan selama enam bulan ke depan dan distribusi beasiswa akan dilakukan setiap bulanya hingga April 2025. Kolaborasi antara LRC, LKKS NTB, dan Baznas NTB dalam program Beasiswa Tunas Negeri ini menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di NTB.
40 Siswa di Lombok Timur Terima Beasiswa Tunas Negeri, Semangat Baru untuk Masa Depan
